Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Arti dan Pentingnya Site Plan untuk Calon Konsumen Properti

Selaku Calon Konsumen kita kerap dengar arti site plan dan master plan. Meskipun kerap dengar tapi masih saja ada yang keliru dalam memahaminya.  Belum juga ada pula arti Block Plan. Nah, agar tidak an makin bingung mari kita bahas Arti dan Pentingnya Site Plan untuk Calon Konsumen Properti.

Saat sebelum saya menerangkan arti itu semasing, sebaiknya saya memberikan kisah dalam rasio kecil dahulu. Beberapa Calon Konsumen tentu mengenal apa yang bernama denah.

Walau kita bukan arsitek atau perencana, tapi seorang Calon Konsumen dituntut untuk dapat membaca dan pahami satu gambar, meskipun tergambar dalam 2 dimensi.

Dengan gambar 2 dimensi ini kita harus dapat memikirkannya dalam 3 dimensi. Benar-benar sulit jika yang tidak terlatih. Gambar yang kerap kita jumpai ialah denah rumah.

Denah ialah gambar tata letak bangunan yang dipotong secara horizontal, kurang lebih satu meter dari lantai landasan yang bisa memberikan perputaran, material umum dinding atau tingkat ruang. Gambar denah benar-benar tidak dapat menceritakan banyak, tapi dari gambar ini kita dapat menyaksikan organisasi atau pengelompokan ruang dan hubungan antar ruangan.

arti dan pentingnya site plan untuk calon konsumen properti

Bila kita telah pahami apakah itu denah, karena itu site plan ialah satu tingkat diatasnya. Jika gambar denah cuma konsentrasi ke satu gedung atau rumah saja, karena itu site plan lebih luas lagi jika diurai dengan gambar. Gambar site plan  tidak hanya menunjukkan yang ada pada denah, tampilkan aksesbilitas ke gedung itu, tempat perparkirkan jika ada dan ruang hijau dalam area itu.

Sebab yang dipertunjukkan semakin banyak karena itu rasio site plan terus semakin besar dari denah tapi tidak begitu detil. Rasio site rencana bisa berbentuk 1 berbanding 200, 1 berbanding 500 atau bahkan juga lebih.

Sama seperti yang disebut sebelumnya, site rencana ialah lay-out di atas yang seakan-akan kita potong horizontal setinggi 1 mtr. dari lantai landasan, sedang block rencana ialah gambar terlihat atas yang menunjukkan blok atau massa bangunan. Jadi di block rencana yang nampak ialah atap bangunan. Sama dengan site rencana, block rencana pun tidak tergambar selengkapnya.

Jika site rencana atau block rencana cuman menerangkan satu teritori dengan peranan yang relatif sama dan sama-sama terkait, karena itu master rencana ialah gambaran singkat teritori yang lebih luas kembali dan didalamnya ada bermacam jenis peranan yang lain. Peranan yang diartikan di sini misalkan peranan tempat tinggal, komersil, jalinan atau sarana pendukung.

Dalam gambar master rencana ini lebih mengutamakan zoning atau pengelompokan tempat dan keterikatan antar bangunan. Dan juga sangat penting ialah situasi outdoor yang tercipta. Situasi di master rencana semakin banyak terbantu oleh pengaturan landscape yang bagus.

Sama dengan block rencana, pelukisan masterplan disaksikan di atas. Dalam masterplan kita tidak bicara berkenaan detil bangunan, sebab semua tergambar secara "kasar".

Nah, disini menariknya masterplan. Sebab tergambar dalam rasio yang besar, tiap orang dapat memiliki penglihatan tertentu berkenaan ruangan luar yang terbentuk.

Semua bergantung pengalaman dari ruangan tiap pribadi. Saya dan anda belum pasti memiliki penglihatan yang serupa, bila kita menyaksikan gambar master rencana yang juga sama. Disini keutamaan seorang master planner bercerita pengalaman ruangan yang pengin ia harap, jadi tiap pribadi memiliki pemahaman yang juga sama dengan desainernya.

Umumnya masterplan terus ditolong dengan ilustrasi gambar yang memikat. Apa nanti kondisi itu akan sama dengan gambar yang dipertunjukkan, itu kepentingan selanjutnya.

Pentingnya Site Plan

Kenaikan jumlah pembangunan tempat perumahan tidak salah membuat kompetisi di industri property jadi makin menghangat.

Beberapa developer dituntut cepat dan pintar untuk bikin rencana tempat yang akan dibuat alias site rencana secara baik agar mengundang perhatian calon konsumen.

Site rencana atau gagasan tapak adalah blueprint yang akan tentukan kekuatan dan daya saing satu kompleks perumahan yang akan datang.

Oleh karena itu, pembikinannya harus dikerjakan secara masak dan cermat supaya meminimalkan ongkos tambahan yang dibutuhkan dari peningkatan teritori itu.

Apakah itu site Plan?

Sudah pernahkah kamu menyaksikan peta satu kawasan perumahan atau proyek yang tampilkan keseluruhnya bangunan?

Begitupun dengan akses jalan, dan sarana simpatisan didalamnya?

Site rencana ialah satu perancangan gambar berupa dua dimensi.

Perancangan itu tampilkan detil pembangunan satu teritori.

Dengan bermacam bangunan atau kavling komplet bersama komponen pendukung yang dibikin dengan rasio batasan tempat spesifik.

Gagasan tapak berikut yang akan dipakai untuk  developer mempromokan tempat kavling perumahan yang ditawarkan dan sarana pendukungnya ke konsumen.

Pembagian luas teritori yang bisa dipakai umumnya mengikut prosentase berikut ini:

    - Optimal 65% untuk bangunan perumahan;
    - 20% untuk akses jalan;
    - 10% untuk tempat terbuka dan sarana dan prasarana umum;
    - 5% untuk kebutuhan komersial.

Peranan dan ketentuan berkenaan site rencana

Dengan memakai site plan, terlihat tempat secara fisik bisa nampak bersama tiap bangunan, dan fasilitas dan prasarana yang terdapat di dalam lingkungan tersebut.

Dimulai dari akses jalan yang bisa dipakai, sampai sarana simpatisan seperti pusat belanja, kesehatan, pengajaran, perniagaan, rumah beribadah, lapangan terbuka, dan yang lain.

Site plan jadi persyaratan dokumen yang harus ada untuk dapat memperoleh Ijin Meendirikan Bangunan (IMB).

Berdasar ketentuan yang berlaku di Indonesia, ada banyak point peraturan berkaitan gagasan tapak yang perlu jadi perhatian:

    1. Tiap orang atau tubuh hukum yang akan berencana pemakaian tempat untuk kepentingan pembangunan project atau bangunan harus mendapatkan ijin posisi atau advice rencana dari petinggi yang berkuasa sesuai perundang-undangan yang berjalan.
    2. Tiap orang atau tubuh hukum yang lakukan pembangunan atas tanah yang dibebaskan sesuai ijin posisi atau referensi atau fatwa gagasan pembimbingan posisi, lebih dulu dibikin gagasan tapak untuk disodorkan legitimasinya ke walikota di tempat lewat kepala lembaga yang terkait dengan tata kota dan permukiman.
    3. Gagasan tapak dibikin berbentuk gambar atau peta dalam rasio spesifik, di atas kertas kalkir dengan wujud pola yang sudah diputuskan oleh lembaga atau dinas.
    4. Tiap orang atau tubuh hukum yang akan melakukan pembangunan fasilitas beribadah dan pengajaran atau yang memiliki sifat sosial murni dengan luas tanah kurang dari 5.000 m2 dibebaskan dari syarat legitimasi gagasan tapak.

Beberapa hal yang penting diingat dalam site plan
Saat sebelum lakukan pembangunan satu teritori perumahan, faksi pengembang perlu membuat gagasan tapak dengan menimbang bermacam bagian utama.

Maksudnya supaya Kawasan yang akan dibuat tidak memunculkan imbas jelek di lingkungan dalam periode panjang.

Di bawah ini aspek-aspek yang mesti diperhitungkan dalam satu site rencana:

    1. Pembagian kavling bagusnya direncanakan secara vital dalam barisan spesifik buat menghindar perselisihan sosial yang kemungkinan muncul.
    2. Tempat jalan yang lebar sebaiknya dibikin dengan akses yang bisa mempermudah penghuni gampang berhubungan.
    3. Sarana umum seperti taman bermain, rumah beribadah, ruangan terbuka hijau, dan sekolah perlu disiapkan.
    4. Mekanisme drainase harus dibikin dibuat dengan rencana yang bagus untuk menghindar banjir dan air yang menggenang di musim penghujan.

Keutamaan site plan untuk dipahami calon konsumen

Dengan menimbang gagasan tapak perumahan yang ada, calon konsumen bisa pilih unit yang sesuai keringanan akses jalan dan sarana yang sesuai keperluan dan keadaan semasing. Jadi, telah sepantasnya kamu yang akan beli rumah baru pahami keterangan di atas lebih dulu.

Berlangganan via Email